PSTW Wana Seraya

LATAR BELAKANG

Keberhasilan program pelayanan kesehatan serta semakin meningkatnya kualitas hidup penduduk Indonesia dapat berpengaruh pada peningkatan angka harapan hidup. Bertambahnya jumlah lanjut usia di Indonesia dari tahun ke tahun di satu sisi menunjukkan adanya keberhasilan dalam berbagai aspek pelayanan, namun disisi lain kondisi tersebut membawa konsekuensi timbulnya berbagai permasalahan sosial dikalangan warga lanjut usia.
Permasalahan-permasalahan sosial yang biasanya dihadapi oleh lanjut usia, antara lain: (1) menurunnya kondisi jasmani, rohani, sosial dan ekonomi yang menyebabkan lanjut usia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak; (2) bergesernya nilai-nilai keluarga dari keluarga besar (Extended Family) menjadi keluarga inti (Nuclier Family); (3) pada era globalisasi, anggota keluarga semakin sibuk dan dituntut bekerja keras, sehingga keluarga atau lingkungan kurang dapat memberi perhatian dan pelayanan terbaik bagi lanjut usia di tempat tinggalnya.
               Menyikapi permasalahan sosial yang dialami oleh lanjut usia yang semakin hari semakin kompleks, maka pemerintah memandang perlu untuk membangun suatu lembaga pelayanan lanjut usia dengan sistem panti, yang dapat memberi jaminan dan perlindungan serta pelayanan kesejahteraan sosial khususnya bagi lanjut usia yang mengalami masalah kemiskinan dan keterlantaran.
               Semasa pemerintahan Orde Baru oleh Departemen Sosial RI di bawah Kantor Wilayah Departemen Sosial Provinsi Bali didirikanlah Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar. Adapun  landasan hukumnya pendirian panti-panti tersebut adalah pasal 34 UUD Negara RI, berbunyi: Fakir Miskin dan Orang Terlantar dipelihara oleh Negara. Selanjutnya setelah Otonomi Daerah diberlakukan maka Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bali.
               Pada tahun 2002, lahir Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 tahun 2002 tentang Susunan Struktur dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas di Lingkungan Provinsi Bali, maka Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar dibawah  Seksi Pelayanan Lanjut Usia Wana Seraya Denpasar, yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala UPTD Pelayanan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bali. Kemudian pada tahun 2008, lahirlah Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Bali, maka Seksi Pelayanan Lanjut Usia Wana Seraya Denpasar digabungkan menjadi satu yang dibawah tanggung jawab Seksi Penyantunan UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali, yang dikepalai oleh satu Kepala Seksi (eselon IV) dan berlokasi di satu tempat, yaitu PSTW “Wana Seraya” di Kota Denpasar. Dengan adanya perubahan struktur maka per 17 Januari 2012 kedua Panti tersebut diatas langsung dibawah Kepala UPT. Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali. 
Dan selanjutnya UPT. Pelayanan Sosial dirubah menjadi UPTD Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali sesuai dengan Pergub Bali No : 99 Tahun 2017 tanggal 29 Desember 2017.

VISI DAN MISI

Visi           

Mengembangkan Panti Lanjut Usia menjadi pusat pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia, pusat pembinaan kesejahteraan sosial lanjut usia dan pusat informasi tentang pelayanan kesejahteraan sosial dan permasalahan sosial kelanjutusiaan baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional.

Misi         

1.   Memberikan pelayanan kebutuhan dasar lanjut usia melalui pemenuhan kebutuhan makan, pakaian dan perumahan
2.   Memberikan jaminan sosial dan perlindungan sosial kepada lanjut usia
3.   Mengupayakan suatu hubungan harmonis antara sesama lanjut usia sebagai teman sebaya, lanjut usia dengan petugas panti, dan lanjut usia dengan masyarakat sekitar panti
4.  Mempertahankan harkat dan bermartabat lanjut usia secara layak dan berperikemanusiaan
5. Mengupayakan kehidupan lanjut usia yang bahagia dan sejahtera lahir-bathin di masa tuanya.

MAKSUD DAN TUJUAN

                  Maksud pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia melalui Panti  adalah merupakan suatu wujud tanggung jawab dan solidaritas sosial pemerintah untuk mengantisipasi dan merespon berbagai permasalahan sosial kelanjutusiaan, serta meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan para lanjut usia miskin terlantar sesuai dengan konsep kearifan lokal Bali Tri Hita Karana.
                  Tujuan pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia di Panti pada  UPTD Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali, adalah sebagai berikut.
Meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial bagi kelayan lanjut usia melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya
Memberikan pelayanan kesehatan melalui pemeriksaan dan pengobatan
Berperan serta dalam meringankan beban keluarga lanjut usia
Mengembangkan potensi lanjut usia melalui kegiatan-kegiatan di panti
Meningkatkan harkat dan martabat lanjut usia melalui pembinaan kerohanian, sosial,  keterampilan serta pengisian waktu luang dalam bentuk rekreasi.
            Program reguler merupakan program pokok yang diselenggarakan oleh UPTD. Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali bagi lanjut usia miskin terlantar, yang telah menjadi penghuni panti. Program regular dapat dilakukan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi lanjut usia, yang meliputi pemenuhan makan, pakaian dan perumahan, yang penganggaran/pembiayaannya diakomodir dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali , juga peran serta masyarakat berupa sumbangan uang, makanan, pakaian, dan obat-obatan.
            Program reguler, pada prinsipnya dapat dilakukan secara rutin dan menjadi tanggung jawab penuh dari pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945, pasal 34 tentang “Fakir miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh Negara”. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah melaksanakan tanggungjawabnya untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat lanjut usia miskin terlantar. Tentunya, tanggungjawab ini baru merupakan bagian terkecil yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Dan selanjutnya diperlukan dukungan dan peran serta dari berbagai elemen masyarakat. Karena pada hakekatnya, permasalahan lanjut usia sangat kompleks dan diperlukan penanganan dan pelayanan secara komprehensif serta berkesinambungan

PROSES PELAYANAN

Tahap persiapan
Sosialisasi (penyebaran informasi tentang keberadaan panti)
Kontak
Penjajagan dan Konsultasi (kegiatan dengan pimpinan)
Identifikasi (masalah dan kebutuhan)
Seleksi
Kontrak (kesepakatan petugas dan kelayan proses pelayanan)
Pengungkapan masalah (Assesment)
Rencana Intervensi (program pelayanan yang diambil)
Tahap pelaksanaan pelayanan
(proses pelayanan yang akan, sedang dan sudah diberikan kepada kelayan)Monitoring dan evaluasi (mengawasi dan mengevaluasi program pelayanan dari tahap awal, proses dan hasil)
Terminasi
(kegiatan pemutusan hubungan pelayanan dengan kelayan), karena :Kelayan lanjut usia meninggal dunia
Kelayan lanjut usia diminta oleh keluarganya
Kelayan lanjut usia atas permintaan sendiri
Permasalahan kelayan lanjut usia perlu dirujuk ke lembaga lain yang lebih berkompeten dalam menangani permasalahan kelayan lanjut usia yang sangat kritis/kelayan sudah mampu mengatasi permasalahannya.
Pembinaan Lanjut (Home Visite).
Pembinaan lanjut dilakukan dengan cara petugas panti dapat mengunjungi keluarga para lanjut usia, guna memberikan bimbingan sosial, dengan suatu harapan agar keluarganya dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pelayanan bagi kesejahteraan sosial lanjut usia selama tinggal di panti. Selain itu, dengan adanya pembinaan lanjut usia, petugas dapat mengkomunikasikan perkembangan lanjut usia selama tinggal di panti.
  • JENIS PELAYANAN

Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi lanjut usia melalui Panti pada UPTD Pelayanan Sosial Provinsi Bali adalah merupakan suatu wujud tanggung jawab dan solidaritas sosial pemerintah untuk mengantisipasi, merespon berbagai permasalahan sosial kelanjutusiaan, serta meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan para lanjut usia miskin terlantar sesuai dengan konsep kearifan lokal Bali Tri Hita Karana.

Adapun jenis pelayanan kesejahteraan sosial yang diberikan bagi lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya, Denpasar, adalah sebagai berikut.

1  Pelayanan fisik, meliputi pelayanan kebutuhan dasar (makan, rumah, dan pakaian)

  • Kegiatan bimbingan keagamaan, meliputi ceramah agama, pesantian, tirtayatra.
  • Kegiatan bimbingan sosial, meliputi bimbingan individu/kelompok
  • Kegiatan bimbingan kesehatan, meliputi pemeriksaan rutin, pemberian obat-obatan, opname dan operasi.
  • Kegiatan bimbingan keterampilan, meliputi : membuat ceper, porosan, katik sate, sapu lidi, dan bahan2 sesajen.
  • Kegiatan bimbingan pesantian, meliputi mekidung (kesenian), tabuh gong Bali.
  • Kegiatan bimbingan meditasi/reiki untuk ketenangan batin

2. Pelayanan pemakaman, meliputi pengabenan (upacara pemakaman) dan kremasi.

KETENAGAAN

Tenaga yang melaksanakan pelayanan dan pengasuhan bagi lanjut usia di PSTW Wana Seraya, Denpasar pada UPTD Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali, yaitu sebagai berikut.
1. Tenaga pada Panti Sosial Tresna Werda “ Wana Seraya” Denpasar
    a. PNS 4 ( empat) orang
      – Kepala Seksi: 1 orang
–  Staf struktural :  3 orang (tenaga teknis pelayanan &  tenaga administrasi)
b.Tenaga Honor Daerah 3 (orang)
            – Pengasuh                               : 1 orang
– Tukang masak                       : 1 orang
– Tukang cuci                          : 1 orang
c. Tenaga Kontrak Daerah         : 9 orang
                                                            : Sopir 1 orang
                                                            : Pengasuh 4 orang
                                                            : Tukang masak 2 orang
                                                            : Penjaga malam 2 orang

JUMLAH KAPASITAS DAN PERSYARATAN LANSIA

Jumlah Kapasitas lanjut usia yang menghuni Panti di PSTW Wana Seraya Denpasar  sebanyak 50 (lima puluh) orang. Para lanjut usia ini dapat diterima menjadi penghuni panti, karena telah memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
Lanjut usia berusia 60 tahun keatas (UU No 13 Tahun 1998)Lanjut usia terlantar (lansia yang tidak memiliki anak/menelantarkan diri)
Lanjut usia dinyatakan Dokter Pemerintah bahwa sehat jasmani (tidak berpenyakit menular akut) dan sehat rohani (tidak sakit jiwa)
Lanjut usia yang direkomendasikan oleh penanggungjawab (keluarga), dan memiliki Surat Keterangan miskin dari Desa/Kelurahan (Banjar), Surat Rekomendasi Kantor Sosial Kabupaten/Kota
Lanjut usia yang memiliki kemauan untuk tinggal di panti
Lanjut usia yang bersedia mentaati peraturan/tata tertib yang berlaku di panti
7.  Surat keterangan mengenai status kependudukan dari Kepala Dusun/Kepala  Desa/Lurah (kecuali yang terlantar)
8.   Melengkapi Pas foto warna ukuran 3×4 = 2 lembar.

GEDUNG

Gedung pada  PSTW “Wana Seraya” Denpasar
Luas area : PSTW “WANA SERAYA“ Denpasar 7.950 m2 dan luas area terdiri dari :
–  Kantor
–  Asrama
–  Ruang Khusus
–  Poloklinik
–  Ruang Keterampilan
–  Aula
–  Dapur & Ruang makan
–  Gudang
–  Rumah Dinas
   Wisma tamu

PEMBIAYAAN

 Panti tersebut diatas dibiayai dari dana APBD . UPTD. Pelayanan Sosial . Dinas Sosial Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019

KEMITRAAN

Kemitraan merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan suatu program kerja. Kemitraan dapat dilakukan dengan cara pihak panti bekerja sama dengan intansi terkait baik instansi pemerintah maupun swasta serta masyarakat, guna menunjang keberhasilan pelayanan bagi lanjut usia di dalam panti pada Panti Sosial Tresna Werdha ” Wana Seraya ”,Denpasar. Kerja sama yang terus dibangun oleh pihak panti dengan instansi terkait dan masyarakat, adalah sebagai berikut.

  • Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali
  • Dinas Capil Kota Denpasar
  • RSJ Bangli
  • BK3S Provinsi Bali
  • Rumah Sakit Sanglah Denpasar
  • Rumah Sakit Wangaya
  • Puskesmas II Denpasar Timur
  • Kampus UNUD Denpasar dan STIKES Bali, STIKES Wira Medika, Denpasar, STIKES Adpaita, Kab. Tabanan.